[DILEMA] - Terang Dalam Gelapku Sendiri
Judul: Terang Dalam Gelapku Sendiri
Penulis: Lovina Hasianna Tampubolon
Di keheningan malam, aku bertanya apakah ini jalanku atau aku hanya berjalan tanpa arah?
Ragaku melangkah tanpa jiwa
terseret arus yang deras terombang-ambing di ombak besar
hanya pasrah yang tersisa dalam genggamku.
Rona abu di kepalaku
menjelma ruang berdebu
sunyi tertutup waktu tak tersentuh cahaya.
Aku ingin menemukan terang itu
namun mataku seakan buta terpejam dalam kelam yang pekat
rasanya mustahil mencelikkan yang buta.
Aku bermimpi tentang warna tentang bahagia yang menari di pelupuk
tentang rasa yang lembut menjamah jiwa.
Namun, bisakah aku
benar-benar merasakan kebahagiaan itu?
Namun, di balik sunyi yang menggema ada bisikan halus dari dalam dada
seperti bunga liar yang tumbuh di antara retakan tanah gersang.
“Berhentilah mencari terang di luar sana, sebab cahaya itu telah lama berdiam di matamu sendiri.”
Aku tertegun memandang bayanganku yang rapuh di cermin waktu dan untuk pertama kalinya aku melihat bukan luka melainkan seorang perempuan
yang sedang belajar mencintai dirinya sendiri.
Langit di dalam pikiranku mulai berwarna
debu yang menutup hatiku perlahan menari berubah menjadi serpihan cahaya kecil yang menuntun langkahku pulang ke arah yang tak lagi asing.
Aku tahu jalan ini belum berakhir tapi kini aku melangkah bukan karena harus melainkan karena ingin.
Dan bila malam kembali datang aku tak lagi bertanya “Apakah ini jalanku?” karena kini aku tahu akulah yang menciptakan jalanku sendiri.

Posting Komentar
0 Komentar