[DILEMA] - Cahaya yang Terbelenggu
Di keheningan hari, yang temaram,
Bagai malam yang begitu suram.
Tanpa seorang pun menemani,
Langkahku berjalan tanpa arah,
Linglung, sembari menahan gelisah.
Namun tampak cahaya indah,
Kilau sinarnya memikat jiwa,
Menyejukkan mata dan hati yang lara.
Kuning dan putih berpadu lembut,
Air mata jatuh perlahan,
Melihat mimpi yang dulu rimpuh dan hilang.
Dalam cahaya itu, harapan menggeliat,
Hatiku ingin membebaskannya,
Meski duka masih erat menggenggam rasa.
Dengan tekad dan luka yang belum reda,
Harapan pun kembali menyala,
Melihat mimpi-mimpi terbang bebas di angkasa.
Di tengah sunyi dan remangnya cahaya,
Terima kasih, kuucap dalam hati,
Pada diriku sendiri, yang terus berdiri.
Dari puing mimpi, cahaya kembali bersinar,
.png)
Posting Komentar
0 Komentar