[DILEMA] - Barangkali, Mereka Hanya Ingin Menjadi Anak.
Judul: Barangkali, Mereka Hanya Ingin Menjadi Anak.
Penulis: Najwa Karimah Al Attas
Mereka bilang, setiap anak adalah masa
depan.
Maka mereka sibuk bertanya,
“Kelak ingin jadi apa?”
Dokter.
Guru.
Pilot.
Presiden.
Sayangnya,
tidak semua anak diberi kesempatan
untuk sekadar menjadi anak.
Ada yang mengenal angka
bukan dari buku cerita,
melainkan dari upah yang harus dibawa pulang.
Ada yang menghafal arah pulang
lebih dulu
daripada menghafal lagu sebelum tidur.
Ada yang belajar menahan tangis
sebelum belajar mengeja namanya sendiri.
Mereka tumbuh.
Tapi tidak dengan cara yang semestinya.
Sebab menjadi dewasa,
bagi sebagian anak,
bukanlah pilihan. Melainkan keadaan.
Barangkali,
yang paling menyedihkan bukan ketika
seorang anak gagal meraih cita-citanya.
Melainkan ketika ia bahkan tidak sempat
bermimpi.
Kita sering menyebut mereka
"generasi penerus bangsa."
Namun, di saat yang bersamaan,
kita membiarkan sebagian dari mereka
kehilangan masa kecilnya
Oleh pekerjaan yang terlalu berat.
Oleh rumah yang tak lagi terasa aman.
Oleh dunia yang terlalu terburu-burumeminta mereka mengerti
hal-hal yang bahkan orang dewasa pun
masih kesulitan memahaminya.
Hari Anak Nasional,
barangkali bukan sekadar perayaan.
Ia adalah pengingat.
Bahwa di antara begitu banyak anak
yang tumbuh dengan pelukan, tawa,
dan permainan, masih ada mereka
yang tumbuh bersama kehilangan.
Sebab masa kecil bukanlah hadiah.
Ia adalah hak.
Dan mungkin,
selama ini kita terlalu sibuk bertanya,
“Kelak ingin jadi apa?”
Padahal,
barangkali,
mereka hanya ingin
menjadi anak.
.png)
Posting Komentar
0 Komentar