[DILEMA] - Rumah Adalah Cinta
Judul : Rumah Adalah Cinta
Oleh : Alyaa Nadhiifah Wibowo
Yang tidak selalu berbentuk pelukan,
kadang ia hadir sebagai suara yang tak pernah meninggi,
sebagai langkah pulang yang selalu tahu
arah di mana jiwa ini jatuh tanpa tersesat.
Di sini jiwa ini tumbuh dari tangki kasih yang tak pernah hitung isi,
luber… seperti air yang tak belajar berhenti memberi,
mengalir dari tangan mama yang menjahit dunia agar tetap lembut,
dan dari tegas papa yang mengajarkan:
bahwa aman tidak selalu harus terlihat hangat,
kadang ia justru paling bijak ketika hadir sebagai keteguhan yang diam.
Jiwa ini dibesarkan bukan hanya dengan kata “cukup”,
tetapi dengan cara dunia dijelaskan menjadi lebih ramah,
lebih mungkin untuk dimengerti,
lebih layak untuk dipercaya.
Setiap nasihat dan doa mereka adalah jembatan,
yang diam-diam menuntun jiwa ini menyeberangi takut
tanpa pernah benar-benar jatuh ke dalamnya.
Jiwa ini tumbuh dengan rasa aman yang berlebih,
dan di sela semua yang tak pernah kurang itu…
terselip satu hal yang tak pernah cukup diucapkan: terima kasih.
Terima kasih untuk rumah yang tidak hanya menjadi tempat pulang,
tetapi juga tempat jiwa ini belajar tentang arti tenang,
tentang bagaimana cinta tidak selalu keras,
dan bagaimana hidup bisa terasa cukup
bahkan sebelum dunia meminta apa-apa.
MasyaAllah… rumah bukan hanya tempat jiwa ini dicintai,
tetapi ruang pertama tempat jiwa ini memahami
bahwa cinta seharusnya tidak melukai,
meski dunia di luar sana
tidak selalu tumbuh dengan cara yang sama.
Dan jika suatu hari jiwa ini melangkah jauh dari rumah,
biarlah semua yang telah ditanam di sini
tetap hidup di dalam cara jiwa ini mencintai dunia…
utuh, syukur, dan penuh kelembutan.

Posting Komentar
0 Komentar