[DILEMA] Lima Menit Lagi
Judul: Lima Menit Lagi
Penulis: Syifa Alimar
"Lima menit lagi."
Kalimat itu selalu keluar dari mulutku setiap malam. Sambil rebahan di kamar kos, aku membuka ponsel hanya untuk membalas satu pesan, melihat satu video, atau sekadar mengecek media sosial. Lima menit, pikirku. Setelah itu tidur.
Anehnya, jam di pojok layar selalu bergerak lebih cepat daripada yang kurasakan. Baru saja pukul sembilan, tahu-tahu sudah lewat tengah malam. Video berganti video, unggahan berganti unggahan, notifikasi datang silih berganti. Tanganku terus menggeser layar tanpa benar-benar mencari apa pun. Rasanya seperti ada yang kurang jika berhenti.
Besoknya aku mengulang hal yang sama. Lima menit lagi. Besok malam juga begitu. Tugas yang sebenarnya bisa selesai malam itu kutunda. Buku yang sudah kubuka kembali kututup. Bahkan segelas matcha yang kubeli dengan penuh semangat akhirnya tinggal es yang mencair. Aku baru mengingatnya ketika rasanya sudah tidak lagi sama.
Suatu malam, listrik di kos padam. Baterai ponselku tinggal beberapa persen dan akhirnya mati. Aku melangkah ke balkon. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pandanganku tidak berhenti pada layar, melainkan pada malam yang diam-diam selalu menunggu untuk diperhatikan. Malam ternyata seramai itu. Ada suara motor yang lalu-lalang, pedagang lewat menawarkan dagangannya, angin yang sesekali membawa aroma hujan, dan langit yang sudah lama tidak benar-benar kulihat.
Malam itu tidak ada notifikasi yang harus dibalas. Tidak ada video yang harus ditonton. Anehnya, waktu justru terasa lebih panjang. Untuk pertama kalinya aku sadar bahwa selama ini bukan waktuku yang kurang, melainkan perhatianku yang habis di depan layar.
Sejak saat itu aku masih menggunakan ponsel. Masih menonton video, masih membalas pesan, masih membuka media sosial. Bedanya, kini aku tahu kapan harus berhenti. Sebab ada banyak hal di luar layar yang ternyata diam-diam sedang menunggu untuk kusadari.
Dan mungkin, ini bukan tentang lima menit. Ini tentang berapa banyak waktu yang diam-diam hilang karena kita selalu berkata, "lima menit lagi."
.png)
Posting Komentar
0 Komentar