[DILEMA] - Kumpulan Suara
Oleh: Alfia Zahra
huruf demi huruf tersusun sebuah kata
kata demi kata menjelma jadi kalimat
namun mengapa kalimat ini terasa kelu
bahkan sebelum sempat dilontarkan
ada jarak yang tak terukur
antara jemari yang merangkai kata
dan tombol kirim yang berkedip di layar
akankah pesan ini benar-benar sampai?
aku adalah kumpulan suara
yang terbelenggu lilitan lidah
sebab semua orang punya suara
namun tak semuanya bermuara ke telinga
mereka bilang ini adalah lautan kebebasan
tempat setiap orang dapat berbicara
namun setiap kata diterjang oleh angka
dan makna tenggelam di bawahnya
membuka mulut terasa sedang bertaruh
layaknya menggenggam bilah bermata dua
terjebak diantara tombol-tombol
terus tertekan tanpa tahu tulis pesan apa
terombang-ambing dalam arus algoritma
tanpa tahu ke mana harus bermuara
bagaimana mau ada perubahan
jika suara yang kerap menggema
dibuat kehilangan telinga
apakah suara ini hanya akan menjadi angin yang berlalu?
apakah suara ini hanya menjadi bahasa yang tak diterjemahkan?
apakah suara ini hanya cuitan receh yang tersapu algoritma?
atau terlalu senyap untuk bisa terdengar
ada jutaan suara mengudara
ada yang hasilnya jadi kepala berita
dipuja-puja seolah suaranya paling hakiki
namun ada pula suara dari balik layar
yang dibalas dengan kepala babi
karena berani mengungkap panggung pesta
yang selama ini diselimuti nyanyian propaganda
kita semua memiliki suara
namun tak semua diberi panggung yang sama
ada yang dibantu pengeras suara
ada yang dibiarkan menjadi sekedar bisikan
dan pada akhirnya,
suara itu tak pernah benar-benar sampai
bukan karena tak ada ruang untuk berbunyi
melainkan karena terlalu banyak cara untuk membungkam
namun suara-suara itu tetap ada
mengudara, berkelana, mencari telinga
yang bersedia mendengar

Posting Komentar
0 Komentar